TENTANG SAMANTA
 







Profil
Pengurus
Latar belakang
Isu utama
Visi Misi
Renstra
Skema Dana Hibah

Program 2008-2009

   
  Expanding Menu
   
  Link
 
   
   
   
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
   
 
 
  "Informasi, serta Masukan Silahkan kirim ke : redaksi@samantafoundation.org"
   
 
 
   
   
   
   
 
Untitled Document
Untitled Document
 



"Launching Kemitraan Hutan Lestari"
2010-01-28
Selong / Lombok Post 28/1/10. Jumlah lahan kritis di NTB mencapai 507 ribu hektare (Ha) atau setara dengan 26 persen luas daratan NTB. Dari jumlah tersebut, sekitar 159 ribu Ha di antaranya berada dalam kawasan hutan yang mestinya lestari. ’” kita akan rehabilitasi lahan kritis ini agar lebih bermanfaat,” kata Gubernur NTB TGH. M. Zaenul Majdi saat launching kemitraan hutan lestari PT. HM Sampoerna di Kompi Bantuan Batalyon 752 Pringgabaya, Lotim, kemarin.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, pada program rehabilitasi lahan kritis melalui payung NTB Hijau ini berbagai program sudah dilakukan. Tak sedidit di antaranya sudah terlihat hasilnya, misalnya rehabiliatasi mata air yang sebelumya kering, kini sudah muncul kembali. ”Pemberdayaan masyarakat juga kami lakukan. Sebagai contoh di kawasan hutan sesaot (Lombok Barat, Red) disana masyarakat sekitar kawasan memanfaatkan hasil hutan tanpa merusak. Dalam seminggu peredaran uang mencapai Rp 700 juta,” sebutnya.

Pada kegiatan penghijauan ini gubernur juga memberikan apresiasi pada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk program penghijauan. Selain program one man one tree, di lotim sendiri ada program pohon pengantin. Satu pasangan pengantin minimal menanam dua batang pohon. Selain itu, bagi yang melahirkan harus menanam satu batang pohon. ” jangan hanya dua batang pohon, bila perlu 100 batang pohon,” ujar gubernur.

Sementara pada program kemitraan hutan lestari, gubernur berharap kedepannya pemanfaatan pohon bukan dengan menebang di kawasan hutan. Melainkan dengan menebang pohon yang ada di lahan luar kawasan hutan, termasuk di lahan sendiri. ” ini bisa menjadi alternatif bahan bakar terbarukan untuk omprongan tembakau, dengan program ini, tidak lagi akan menebang pohon hutan, ” ujarnya.

Bupati Lotim HM Sukiman Azmi memaparkan hingga saat ini masih ada 37 ribu Ha lebih lahan di Lombok Timur termasuk dalam kategori kritis. Ini setara dengan 23 persen dari total seluruh wilayah daratan di Lotim. Dari luas lahan kritis tersebut, 18 ribu Ha lebih masuk dalam kwasan hutan dan 19 ribu Ha lebih di luar kawasan.” hingga akhir 2009 sudah disebar sejuta batang pohon.” ujarnya, menjelaskan langkah mengurangi jumlah lahan kritis

Menurut Bupati, program pohon pengantin ini sudah dikomunikasikan dengan kantor Urusan Agama (KUA) di tiap kecamatan, melalui KUA, masyarakat diberkan pendidikan tentang pentingnya menanam pohon sebagai investasi masa depan. Sementara itu, Kepala dinas Kehutanan NTB Ir. Hartina, MM menjelaskan, program kemitraan hutan lestari ini difokuskan pada lahan kritis. Mengingat lahan kritis selama ini tidak dimanfaatkan dengan optimal oleh masyarakat. ” ada tiga tempat yang akan dijadikan lokasi, yaitu Sembelia (Lotim), Rambitan (Loteng), dan Gangga (KLU), ujarnya (fat)

 
 
    Berita terkini
"Konferensi & Lokakarya Pulau-Pulau Kecil Indonesia" 2010-06-02
”Dinas Kehutanan Dan Perkebunan (DISHUTBUN) Lombok Timur Tidak Menjalankan Amanat Konstitusi” 2010-04-20
“Dua Siswa SMA 1 Bayan Menerima Bantuan Pendidikan Pundi Amal Samanta” 2010-02-10
”Mengungkit Kemiskinan dari Tepi Hutan : Mengapa Tidak ?” 2010-01-29
"Launching Kemitraan Hutan Lestari" 2010-01-28
 
Arsip berita
 
 
   
  admin page
Hit Counter: 3438  
 
   
© SAMANTA FOUNDATION 2008
we care and concern to share