TENTANG SAMANTA
 







Profil
Pengurus
Latar belakang
Isu utama
Visi Misi
Renstra
Skema Dana Hibah

Program 2008-2009

   
  Expanding Menu
   
  Link
 
   
   
   
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
   
 
 
  "Informasi, serta Masukan Silahkan kirim ke : redaksi@samantafoundation.org"
   
 
 
   
   
   
   
 
Untitled Document
Untitled Document
 



“Partisipasi Kaula Muda dalam Festival Akar Rinjani”
2009-11-12
9-11 November 2009 Gunung Jae Kabupaten Lombok Barat
Berbagai upaya sesungguhnya telah dilakukan dalam mengatasi persoalan-persoalan sebagaimana yang telah disebutkan, baik yang dilakukan oleh masyarakat, kalangan CSO/NGO, pemerintah maupun swasta. Baik secara konseptual-metodologis maupun pragmatis. Apa yang dilakukan harus diakui telah memberikan hasil positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun kelestarian SDA. Namun apa yang telah dihasilkan ini masih jauh dari bisa memulihkan SDA,

keberdayaan masyarakat (termasuk kalangan perempuan) dengan kebudayaannya. Keberlanjutanya pun diragukan. Hal ini dikarenakan pendekatan yang dipergunakan masih cenderung parsial dan belum dilakukan secara terpadu. Dan apa yang dilakukan belum menukik pada sumber persoalan yakni prilaku manusia, baik itu masyarakat secara umum, pelaku bisnis maupun yang berada sebagai penentu kebijakan, terutama pemimpin di berbagai level dan tentu saja kaula muda, calon pemimpin masa depan. Dengan kata lain, seacara keseluruhan yang dilakukan belum menyentuh pada aspek kebudayaan dalam arti yang luas. dan cikal bakal kebudayaan adalah pendidikan dalam arti yang luas pula.

GAGASAN “
Terkait dengan hal tersebut, maka dirasakan perlu adanya upaya dan kegiatan yang dapat mengingatkan pada kita bahwa kita pernah dan masih memiliki ’sesuatu’. Kegiatan yang dapat menyengatkan kesadaran kritis bagi kita semua, khususnya masyarakat. Kegiatan yang dapat membangkitkan daya gugah dan menginspirasi tumbuh kembangnya daya laku bersama (colective action) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam satu kesatuan. Dan sekaligus memberikan impact secara komprehensif dan berkelanjutan bagi ’pusaka’ Saujana Budaya yang telah dan akan terus memberikan kehidupan yang tak ternilaikan bagi kita. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengkampanyekan berbagai upaya yang terkait dengan mitigasi dan adaptasi pemanasan global dan perubahan iklim dalam skala mikro, menjadi model pengembangan pulau kecil. Dan yang utama adalah membangun daya kritis kalangan muda, sekaligus membangun watak kepemimpinan yang memiliki prespektif SDA, termasuk yang terkait dengan pemanasan global dan perubahan iklim, beserta ikutannya.

PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN KAULA MUDA
”Hari Sumpah Pemuda” (tanggal 28 Oktober) dan hari pahlawan (10 November). Keduanya merupakan hari yang mengingatkan kita pada peristiwa yang sangat fenomenal dan memberikan sumbangsih bagi berdiri dan tegaknya bangsa dan negara Indonesia. ’Sumpah Pemuda’ merupakan proses dan keputusan politik yang luar biasa,
Jambore Kaula Muda
Partisipasi Kaula Muda dalam Festival Akar Rinjani
baik di tinjau dari pelaku (pemuda) maupun isi (penyatuan kebinekaan) dari Sumpah Pemuda itu sendiri. Sedangkan Hari ’Pahlawan’ merupakan peringatan peristiwa dimana nilai-nilai heroik dalam membela nusa dan bangsa yang mana pemuda termasuk dan menjadi ujung tombak di dalamnya.
Terkait dengan hal tersebut maka kegiatan yang hendak dilakukan adalah menyelenggarakan Temu Kaula Muda yang mengusung dan berspiritkan nilai-nilai yang termaktub dalam proses dan isi Sumpah Pemuda dan Kepahlawanan dengan konteks pengelolaan SDA yang berkeadilan dan lestari. Hal ini dilakukan dalam bentuk dan diberi nama ’Jambore ASA’

TUJUAN
Secara Umum tujuan dari ”Jambore Asa” adalah untuk menyemai dan menumbuh kembangkan tunas-tunas bangsa yang kreatif, kritis dan memiliki daya tanggap dan daya gugat terhadap perubahan bangsa dan tantangan jaman, termasuk adanya pemenasan global dan perubahan iklim.
Secara lebih khusus ”Jambore Asa” bertujuan untuk:
Mengembangkan Kapasitas Kepemimpinan Kaula Muda yang berperspektif ’Hijau” dan Keadilan Gender.
Membangun pemahaman kaula muda dan belia akan perubahan-perubahan lingkungan dan SDA, baik yang dikarenakan oleh ulah masyarakat dan para pihak di dalam negeri, maupun pemanasan global dan perubahan iklim yang diakibatkan oleh industri yang tak berpihak pada lingkungan.
Melakukan refleksi kritis terhadap pola-pola pembangunan dan kebijakan yang tidak berwawasan hijau/biru (lingkungan), termasuk yang terkait terhadap Pemanasan Global dan Perubahan Iklim, utamanya REDD (Reduce Emition From Degradation and Deforestration.
Melakukan refleksi kritis untuk merevitalisasi nilai-nilai ’Sumpah Pemuda’ dan ’Kepahlawanan’ terintegrasi dengan kondisi SDA pada saat ini dan masa mendatang.
Ikut berpartisipasi dalam acara Festival Akar Rinjani.

"OUTPUTT" terbangunnya silaturahim dan konsolidasi Kaula Muda baik internal Komunitas Depot Asa (Kodasa), maupun dengan kalangan muda lainnya dan Jambore Kaula Muda
Partisipasi Kaula Muda dalam Festival Akar Rinjani
Terjadinya pendalaman pengetahuan, pemahaman dan sikap terhadap berbagai pola pembanguan dan kebijakan terkait dengan kelola lingkungan dan SDA, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan program ikutannya, khsususnya REDD.
Adanya rumusan hasil refleksi Sumpah Pemuda dan nilai-nilai kepahlawanan Indonesia, khususnya. Terkait dengan dan dalam konteks kelola lingkungan SDA.
Adanya warna ‘pemuda’ dalam Festival Akar Rinjani.

" BENTUK KEGIATAN"

Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk jambore yang menyatu dengan alam kaki Rinjani, yang memadukan antara kegiatan yang serius (Lacak Jejak, Seminar dan Lokalatih, dan Assessment) dengan kegiatan yang bersifat rekreatif (Kemah-Out Bond dan Ekspresi Seni). Seluruh kegiatan akan diupayakan dilakukan secara partisipastif dengan narasumber/fasilitator lokal dan nasional.
Secara Lebih Rinci, kegiatan yang dilakukan dapat dilihat di bawah ini

A. H-7
Lacak Jejak.
Peserta diharuskan untuk melakukan pelacakan di daerah masing-masing. Apakah kebijakan Pemerintah Kabupaten/kota dan Pemimpin di mana mereka berasal telah memiliki perspektif SDA (termasuk adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim) dan berperspektif Gender. Hasil dari lacak jejak akan didiskusikan pada saat Jambore dan menjadi bahan yang akan dirumuskan bersama untuk dialogkan dengan Gubernur NTB

B. Hari I
a. Seminar & Lokalatih “Politik Hijau dan Kepemimpinan Muda” .
Diharapkan peserta memperoleh masukan terkait dengan kebijakan nasional dan Daerah, serta ihwal yang terkait dengan Politik yang Bersih dan keterkaitan dengan SDA, Climate Change dan Gender.
Keynote speaker :

• Menteri Negara Pemuda dan Olahraga - Dr. Andi Malarangeng: “Kebijakan Nasional dalam mengembangkan Peran Pemuda dalam Pembangunan Nasional”
• Wakil Gubernur NTB – Ir. Badrul Munir MSc. :” Kebijakan Daerah dalam mengembangkan Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah”

Nara Sumber:
• Freidrich Naumann Stiftung – Warsito Ellwein: “Pemuda dan Politik”
• Kaukua 17- Putut Gunawan: Pemuda dan Pergerakan Sosial, dari masa ke masa.
• Samdhana/KPAI – Aulia : “Climate Change, REDD dan Gender perspektif” Page | 5
• WWF – Ridho Hakim: “Persoalan SDA di Daerah, Tantangan dan Peluang”

Moderator/fasiltator: Marta Dinata (YKPR)
Diskusi Kelompok
Peserta melakukan penajaman materi melalui diskusi kelompok
Fasilitator : M. Saleh (Koslata), Dian Aryiani (Santai)
Malam Keakraban, Cross Culture dan Pembekalan
Fasilitator: Putut Gunawan (Kaukus 17), Yayak (Perguruan Rakyat Merdeka, Indonesia) dan Tjatur (Santiri/Samdhana)
Out Bond dan Field Assessment
Fasilitator: Yuyun (Samanta) dan Team (Santai dan Nurul Haramain
Diskusi Kelompok Merumuskan hasil Out Bond dan Field Assessment
Fasilitator: Dian Aryani
Diskusi Revitalisasi Makna Sumpah Pemuda dan nilai-nilai Kepahlawanan
Fasilitator: Tua Hasiholan Hutabarat (Universitas 45) dan Moh. Aminullah (IAIN)
Ekspresi Seni
Fasilitator: Yayak & Ari Yulian
Perumusan Hasil Keseluruhan dan Persiapan Dialog dengan Gubernur
Fasilitator: Tjatur Kukuh dan Martina Susanti
Berbenah dan Menuju Ke Pendopo
Fasilitator: M Badrin & Martina Susanti
Dialog dan Penutupan Jambore
Fasilitator: Martina Susanti & M. One Aminulah.
Jambore Kaula Muda
Partisipasi Kaula Muda dalam Festival Akar Rinjani

"WAKTU"
Kegiatan ini akan dilakukan 2,5 hari efektif, yakni dari tanggal 9 sampai dengan 11 Nopember 2009

"LOKASI"
Kegiatan Semilokalatih akan dilakukan di Gunung Jae ( Lombok Barat ). Sedangkan dialog dengan Gubernur akan dilakukan di Pendopo Gubernur NTB

"PESERTA"
Kegiatan ini akan diselenggarakan dan diikuti oleh kalangan muda-belia (17 - 21 tahun) sebanyak kurang lebih 140 pemuda yang berasal dari:
a. Komunitas Debat Politik Anak Sekolah SMA dan Sederajat “Kodasa” di Mataram/Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, Malang, Yogyakarta, Manado, Bangka, Lampung dan Solo.
b. Kalangan pemuda di perdesaan/perkotaan dampingan NGO/CSO Santiri Foundation (Kawasan sekitar Lombok Tengah, Lemor, Nurul Haramaen Narmada, Batu Layar, Pemenang, Tanjung, Gondang dan Bayan). Partisipan muda lainnya (Parumka, Paskibraka dll).

"PENYElENGGARA"
Kegiatan ini dilakukan oleh Santiri Foundation bekerjasama dengan Freidrich Naumann Stiftung (FNS), Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) dan Pondok Pesantren Nurul Haramain. Didukung oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Daerah NTB, Pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, Samdhana Institute, WWF, Samanta, Kaukus 17 , PRM.

"PENDANAAN dan DUKUNGAN SUMBERDAYA"
Sebagaimana penyelenggara, pembiayaan kegiatan ini dilakukan secara bergotong royong, baik Berupa natura maupun in Natura
a. Swadaya (Santiri dan Kodasa, PP. Nurul Haramain dan Santai)
b. Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (?)
c. Pemerintah Daerah NTB dan Kabupaten/Kota di NTB
d. Donor dan Pihak Swasta

"LAMPIRAN"

Penasehat : - TGH. Zainul Majdi, MA (Guberbur NTB
• Ir. Badrul Munir MSc (Wakil Gubernur NTB)
• Tjatur Kukuh Surjanto (Santiri)
• TGH. Hasanain Juaini
Penaggung Jawab : Martina Susanti
Sterring Comitte : Muhammad Saleh
• Dian Aryani
• Ratna Refida
Organizing Comitte
• Ketua Panitia : Hadi
• Kesekretariatan : Nathea Citra Suri D.P, Pandhu Putra Wisya
• Perlengkapan : Uswatun Hasanah, Zulhadi, Sehul
• Humas & Sponsorship : Bestari Alun Mondial, Indah Ahaddini.F, Muamalah, Farida Ulfa, Wahyu, Opick
• Acara : Meti, Kiki
• Konsumsi : Tholib Nabhani, Zubaidi, Yayak, Farizal Pranata
• Publikasi & Dokumentasi Titin, Bowo, Adi
• Kesehatan : Nuansa Milyan, Hadi, Sulis
• Keamanan : Atria Hikmamaya, Bahaudin Jambore Kaula Muda


www.rumahalir.or.id

 
 
    Berita terkini
"Konferensi & Lokakarya Pulau-Pulau Kecil Indonesia" 2010-06-02
”Dinas Kehutanan Dan Perkebunan (DISHUTBUN) Lombok Timur Tidak Menjalankan Amanat Konstitusi” 2010-04-20
“Dua Siswa SMA 1 Bayan Menerima Bantuan Pendidikan Pundi Amal Samanta” 2010-02-10
”Mengungkit Kemiskinan dari Tepi Hutan : Mengapa Tidak ?” 2010-01-29
"Launching Kemitraan Hutan Lestari" 2010-01-28
 
Arsip berita
 
 
   
  admin page
Hit Counter: 3450  
 
   
© SAMANTA FOUNDATION 2008
we care and concern to share