TENTANG SAMANTA
 







Profil
Pengurus
Latar belakang
Isu utama
Visi Misi
Renstra
Skema Dana Hibah

Program 2008-2009

   
  Expanding Menu
   
  Link
 
   
   
   
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
   
 
 
  "Informasi, serta Masukan Silahkan kirim ke : redaksi@samantafoundation.org"
   
 
 
   
   
   
   
 
Untitled Document
Untitled Document
    ARSIP BERITA
 
"Konferensi & Lokakarya Pulau-Pulau Kecil Indonesia"
2010-06-02 |
”Memperkuat Keberdayaan Warga dan Daerah Kepulauan, Memperluas akses Sumber Daya Alam serta Membangun Ketahanan Sosial, Pangan dan Energi”

Sejak awal revolusi industri, konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) seperti karbon dioksida, metan, asam nitrat dan lainnya di atmosfer bertambah. Para ilmuwan umumnya percaya bahwa pembakaran bahan bakar fosil (penggunaan batubara, minyak bumi), penggunaan gas, penggundulan serta pembakaran hutan; asam nitrat yang dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industry; emisi metan yang disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian merupakan penyebab utama dari bertambahnya konsentrasi GRK.
Komposisi kimiawi dari atmosfer sedang mengalami perubahan sejalan dengan penambahan GRK. Setiap tahun, dengan bertambahnya jumlah akumulatif GRK di udara berarti mempercepat pemanasan global.

”Dinas Kehutanan Dan Perkebunan (DISHUTBUN) Lombok Timur Tidak Menjalankan Amanat Konstitusi”
2010-04-20 |
"Siaran Pers"

Selong (17/4/10) – Hari ini Kelompok HKm Sambelia dan Sapit datangi kantor bupati Kabupaten Lombok Timur untuk mencari kejelasan tentang perkembangan usulan permohonan mereka guna memperoleh Izin Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm). Langkah ini dilakukan oleh gabungan kelompok tani hutan kemasyarakatan (HKm) yang tergabung ke dalam Koperasi “Wana Lestari” Sambelia; desa Sugian dan Belanting, dan gabungan kelompok tani HKm Sapit yang berasal dari desa Sapit dan Bebidas dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.37/2007 tentang Hutan Kemasyarakatan.

“Dua Siswa SMA 1 Bayan Menerima Bantuan Pendidikan Pundi Amal Samanta”
2010-02-10 |
2 SD Filial di Sukadana dan Aik Berik menerima alat tulis menulis

Mataram, NTB.
Untuk kesekian kalinya Pundi Amal Samanta Selasa (9/2) kemarin menyerahkan bantuan pendidikan baik kepada siswa berprestasi maupun kepada siswa kurang mampu di kawasan pinggir hutan. Bentuk bantuan yang diberikan berupa bantuan kepada 2 (dua) anak siswi di SMAN 1 Bayan dan penyerahan perlengkapan alat tulis menulis di SD Filial Tapen Desa Sukadana, KLU dan penyerahan pakaian layak pakai kepada siswa SD Pemotoh Timur Aik Berik, Loteng.

”Mengungkit Kemiskinan dari Tepi Hutan : Mengapa Tidak ?”
2010-01-29 |
"Siaran pers"
Desa tertinggal di sekitar hutan di NTB mencapai 285 desa atau 64 % dari 444 desa sekitar hutan (Dinas Kehutanan NTB, 2007). Tidak mengherankan jika, sekurang-kurangnya 25 % penduduk miskin di NTB berada di sekitar hutan. Potret kemiskinan sekitar hutan itu dapat dilihat dari penerima BLT di Aik Berik, Setiling, Karang Sidemen dan Lantan Lombok Tengah. Penerima BLT di 4 desa yang berbatasan langsung dengan hutan ini mencapai 4.162 KK (57,8 %) dari 7.193 KK. Secara kuantitatif, potret orang miskin sekitar hutan juga terlihat dari penerima BLT di desa Suntalangu, Sapit, Ketangga dan Perigi Lombok Timur. Penerima BLT di 4 desa ini sebanyak 5.347 KK atau 59 % dari 9.038 KK.

"Launching Kemitraan Hutan Lestari"
2010-01-28 |
Selong / Lombok Post 28/1/10. Jumlah lahan kritis di NTB mencapai 507 ribu hektare (Ha) atau setara dengan 26 persen luas daratan NTB. Dari jumlah tersebut, sekitar 159 ribu Ha di antaranya berada dalam kawasan hutan yang mestinya lestari. ’” kita akan rehabilitasi lahan kritis ini agar lebih bermanfaat,” kata Gubernur NTB TGH. M. Zaenul Majdi saat launching kemitraan hutan lestari PT. HM Sampoerna di Kompi Bantuan Batalyon 752 Pringgabaya, Lotim, kemarin.

“Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Bumi NTB, Sebuah Embrio Perwujudan “Copenhagen Accord” dan “Green NTB”
2010-01-14 |
31 Desember 2009, Kepala Badan Litbang Kehutanan memimpin tim Badan Litbang Kehutanan – Korea dalam acara audiensi program bersama Indonesia-Korea dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tengara Barat di kota Mataram. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut gembira program bersama Korea-Indonesia yaitu Adaptasi dan Mitigasi perubahan Iklim di bidang Kehutanan melalui kegiatan Afforestasi/Reforestasi Clean Development Mechanism (A/R CDM) dan Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD), dalam Demonstration Activities (DA) sebagai embrio model implementasi “Copenhagen Accord”

”Ritual Selametan Telabah Tradisi petani yang ditinggal selama 10 tahun”
2010-01-14 |
Hampir 10 tahun petani di Lombok Utara tak pernah mengadakan ritual "Selametan Telabah" atau upacara selamatan saluran irigasi.
Baru kali ini ritual itu diselenggarakan oleh petani Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Senin (28/12/09). Ini sebagai ungkapan rasa syukur petani atas limpahan nikmat yang diberikan Tuhan atas hasil panen selama ini.

”Harus Ada Sanksi Bagi Perusak Hutan”
2010-01-14 |
Tanjung(Suara NTB) - Penjabat Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Drs H Ridwan Hidayat menegaskan isu dunia yang ada saat ini bagaimana kita menghindari kerusakan lingkungan. Upaya ke arah itu harus dikenakan sanksi bagi oknum yang dengan sengaja merusak kawasan hutan.

“Wilayah Baru Ternyata Semangatnya Juga Baru”
2009-12-31 |
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara karena begitu pedulinya terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan dengan demikian masyarakat yang tinggal di sekitar hutan diberikan peluang untuk meningkatkan taraf kesejahteraannya dengan cara pemanfaatan hutan yang ada disekitarnya.

" Kegiatan Pundi Amal Samanta"
2009-12-31 |
Anak-anak SD Dusun Pemotoh Timur Belajar Berdinding Alam, Tempat belajar menggunakan pos ronda.

Lombok Tengah (2/12), Pemerataan pendidikan di NTB khususnya di Kabupaten Lombok Tengah saat ini masih belum merata. Terutama dalam sarana dan prasarana terjadi kesenjangan antara di perkotaan dengan di daerah pedalaman seperti Dusun Pemotoh Timur, Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara. jarak dari kota praya kurang lebih sekitar 50 km.

Pilih Halaman
1 2 3 4 Next->
 
 
 
   
  admin page
Hit Counter: 3447  
 
   
© SAMANTA FOUNDATION 2008
we care and concern to share